Tidak ada satu pun di alam ini yang terjadi secara kebetulan, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur`an, “... Allah mengatur urusan (makhluk-Nya)….” (ar-Ra’d: 2) Dalam ayat lain dikatakan, “… dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)....” (al-An’aam: 59) Dialah Allah Yang menciptakan dan mengatur semua peristiwa, bagaimana mereka berawal dan berakhir. Dia pulalah yang menentukan setiap gerakan bintang-bintang di jagat raya, kondisi setiap yang hidup di bumi, cara hidup seseorang, apa yang akan dikatakannya, apa yang akan dihadapinya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur`an,
“Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (al-Qamar: 49)
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (al-Hadiid: 22)
Dan juga sependek yg ku tau
(Perbedaan Pengertian Takdir dan Nasib, dalam hidup manusia terdapat 2 istilah yang terjadi , Takdir dan Nasib. Masih ada diantara kita belum faham dan mengerti dengan perbedaan keduanya. Sedikit penjabaran singkat untuk memahami antara keduanya. Terdapat perbedaan yang sangat tipis sekali;
Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya. Contoh dari takdir ialah : “Kita Oleh Allah SWT sudah di takdirkan menjadi Manusia, Berjenis L/P , bernama A-Z dst. “tidak bisa dirubah”
Sedangkan Nasib adalah sebuan Ketentuan Allah SWT yang dapat dirubah / sebuah proses . Contohnya : “Kita Miskin menjadi Kaya, Malas menjadi Rajin, Sakit menjadi Sehat dsb. ” “Dapat dirubah dengan berdoa dan usaha“
-Perbedaan Pengertian Takdir dan Nasib
Keduanya (Takdir dan Nasib), merupakan ketentuan yang telah Allah SWT tulis sejak 5000 tahun sebelum Allah SWT menciptakan langit dan bumi di Laufil Mafud, (QODAR). Tentunya anda sudah faham perbedaan keduanya . Point intinya yang saya beri warna merah.)
Kaum mukminin seharusnya menyadari kenyataan yang agung ini. Sebagai konsekuensinya, sudah seharusnya mereka tidak berbuat kebodohan seperti orang-orang yang menolak kenyataan dalam hidupnya. Dengan memahami bahwa hidup itu hanya ”mengikuti takdir”, mereka tidak akan pernah kecewa atau merasa takut terhadap apa pun. Mereka menjadi yakin dan tenang seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad saw. yang bersabda kepada sahabatnya, “Janganlah kamu berdukacita, sesungguhnya Allah beserta kita.” (at-Taubah: 40) ketika sahabatnya itu merasa khawatir ditemukan para pemuja berhala yang bermaksud membunuh mereka ketika bersembunyi di dalam gua.
sumber:mas dayat sopir jalanan.com
Perbedaan TENTANG TAKDIR DAN NASIB
4/
5
Oleh
Unknown
