Semua topik keimanan yang kita bahas hingga kini membutuhkan
kepasrahan diri kepada Allah, dalam hidup dan berjuang karena-Nya.
Pengabdian ini tidak dapat kita capai kecuali memiliki kedekatan dengan
Allah dan jalan untuk khusyuk, melalui “mengingat dan kembali kepada-Nya”.
Orang-orang beriman itu seperti yang diperintahkan dalam Al-Qur`an, “Dan bertasbihlah
kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (al-Ahzab: 42) Inilah yang akan menjadikan orang
yang beriman menjadi “hamba Allah” seperti layaknya Nabi Ibrahim a.s..
Orang-orang beriman harus bersyukur kepada Allah atas karunia yang diberikan-Nya
dan memohon ampunan Allah atas perbuatan zalim diri mereka. Selanjutnya, mereka
harus meminta kepada Allah untuk semua yang mereka butuhkan serta memuji-Nya siang dan malam.
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (al-A’raaf: 205)
Dalam ayat lain, “Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain)” (al-‘Ankabuut: 45)
Tanpa menghadirkan Allah, semua shalat akan kehilangan nilainya. JIka shalat
ini tidak ditujukan untuk mengingat Allah dan mencari ridha-Nya, mereka tidak
mendapatkan upah. Ketika Al-Qur`an memberitahukan sifat-sifat para nabi, ditekankan betapa mereka selalu taat kepada Alah. Dalam ayat ke-30 surah Shaad, Allah berfirman,
“Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya, dia amat taat (kepada Tuhannya).” Kepada Ayyub, a.s. Allah berkata, “ Sesungguhnya, Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya, dia amat taat (kepada Tuhannya).” (Shaad: 44)
kepasrahan diri kepada Allah, dalam hidup dan berjuang karena-Nya.
Pengabdian ini tidak dapat kita capai kecuali memiliki kedekatan dengan
Allah dan jalan untuk khusyuk, melalui “mengingat dan kembali kepada-Nya”.
Orang-orang beriman itu seperti yang diperintahkan dalam Al-Qur`an, “Dan bertasbihlah
kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (al-Ahzab: 42) Inilah yang akan menjadikan orang
yang beriman menjadi “hamba Allah” seperti layaknya Nabi Ibrahim a.s..
Orang-orang beriman harus bersyukur kepada Allah atas karunia yang diberikan-Nya
dan memohon ampunan Allah atas perbuatan zalim diri mereka. Selanjutnya, mereka
harus meminta kepada Allah untuk semua yang mereka butuhkan serta memuji-Nya siang dan malam.
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (al-A’raaf: 205)
Dalam ayat lain, “Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain)” (al-‘Ankabuut: 45)
Tanpa menghadirkan Allah, semua shalat akan kehilangan nilainya. JIka shalat
ini tidak ditujukan untuk mengingat Allah dan mencari ridha-Nya, mereka tidak
mendapatkan upah. Ketika Al-Qur`an memberitahukan sifat-sifat para nabi, ditekankan betapa mereka selalu taat kepada Alah. Dalam ayat ke-30 surah Shaad, Allah berfirman,
“Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya, dia amat taat (kepada Tuhannya).” Kepada Ayyub, a.s. Allah berkata, “ Sesungguhnya, Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya, dia amat taat (kepada Tuhannya).” (Shaad: 44)
BERTASBIHLAH UNTUK MEMUJI ALLAH
4/
5
Oleh
Unknown
