Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan

Senin, Oktober 23, 2017

Sejarah peradaban Islam Beserta pengertiannya

Sejarah peradaban Islam Beserta pengertiannya





BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
                        Dalam sejarah kebudayaan umat manusia proses tukar-menukar dan interaksi (intermingling) atau pinjam meminjam konsep antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lain memang senantiasa terjadi, seperti yang terjadi antara kebudayaan Barat dan peradaban Islam. Dalam proses ini selalu terdapat sikap resistensi dan akseptansi. Namun dalam kondisi dimana suatu kebudayaan itu lebih kuat dibanding yang lain yang tejadi adalah dominasi yang kuat terhadap yang lemah. Istilah Ibn Khaldun, "masyarakat yang ditaklukkan, cenderung meniru budayapenakluknya". Islam menyajikan sistem tolong menolong antarumat dalam lapangan politik, perekonomian, kehidupan sosial, bahkan sistem perdamaian. Islamlah yang mencetuskan sistem perjanjian, konsulat, suaka politik, dan dakwah. Kerja sama dan kontak ekonomi dibolehkan dengan pihak lain, seperti Yahudi,persiadanyunani.
                        Ketika Peradaban Islam menjadi sangat kuat dan dominan pada abad pertengahan, masyarakat Eropa cenderung meniru atau "berkiblat ke Islam". Kini ketika giliran kebudayaan Barat yang kuat dan dominan maka proses peniruan itu juga terjadi. Terbukti sejak kebangkitan Barat dan lemahnya kekuasaan politik Islam, para ilmuwan Muslim belajar berbagai disiplin ilmu termasuk Islam ke Barat dalam rangka meminjam. Hanya saja karena Peradaban Islam dalam kondisi terhegemoni maka kemampuan menfilter konsep-konsep dalam pemikiran dan kebudayaan Barat juga lemah.[1]
B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat di peroleh rumusan masalah sebagai berikut:
a.    Apa itu pengertian sejarah?
b.    Apa saja metode dalam sejarah?
c.    Apa saja ilmu dasar dalam sejarah?
d.    Apa saja ilmu bantu sejarah?
e.    Apa manfaat dan urgensi mempelajari SPI?



C.   Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas dapat di peroleh tujuannya adalah sebagai berikut:
a.    Mengetahui pengertian sejarah
b.    Mengetahui metode dalam sejarah
c.    Mengetahui ilmu-ilmu dasar dalam sejarah
d.    Mengetahui ilmi-ilmu bantu dalam sejarah
e.    Dan mengetahui manfaat serta urgensi dalam PSI




BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian Sejarah Peradaban Islam.
                        Sejarah berasal dari bahasa Arab “syajaratun” artinya pohon. Dalam dunia barat disebut Histoire (perancis), Historie  (Belanda),  History (Inggris).[2] Berasal dari bahasa Yunani Istoria yang artinya ilmu. Dalam pengertian lain, sejarah adalah catatan berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lampau (event in the past).[3] Dalam pengertian lebih seksama sejarah adalah kisah dan peristiwa masa lampau umat manusia.

                        Menurut Sidi Gazalba, sejarah adalah gambaran masa lalu tentang manusia dan sekitarnya sebagai makluk social, yang disusun secara ilmiah dan lengkap, meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan yang memberi pengertiandan kepahaman tentang apa yang telah berlalu.[4] Sedangkan Menurut Ibn Khaldum, sejarah ialah menunjuk kepada peristiwa-peristiwa istimewa atau penting pada waktu atau ras tertentu.[5]

                        Peradaban Islam adalah terjemahan dari kata Arab al-Hadharah al-Islamiyah. Kata Arab ini sering juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kebudayaan Islam. “Kebudayaan” dalam bahasa Arab adalah al-Tsaqafah. Di Indonesia, sebgaimana juga di Arab dan Barat, masih banyak orang yang mensinonimkan dua kata “kebudayaan” dan “peradaban”. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sedangkan manifestasi-manifestasi kemajuan mekanis dan teknologis lebih berkaitan dengan peradaban. Kalau kebudayaan lebih banyak direfleksikan dalam seni, sastra, religi dan moral, maka peradaban terrefleksi dalam politik, ekonomi, dan teknologi.
Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan paling tidak mempunyai tiga wujud.
1.    Wujud Ideal, yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-peraturan dan lain-lain.
2.    Wujud Kelakuan, yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3.    Wujud Benda, yaitu wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya. Sedangkan istilah peradaban biasanya dipakai untuk bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan indah.[6]
                        Menurut H.A.R. Gibb, bahwa Islam sesungguhnya lebih dari sekedar agama, Ia adalah peradaban yang sempurna. Karena yang menjadi pokok kekuatan dan sebab timbulnya kebudayaan adalah agama Islam, kebudayaan yang ditimbulkannya dinamakan kebudayaan atau peradaban Islam
Sedangkan landasan dari pembahasan ini yakni “peradaban Islam” adalah “kebudayaan Islam” terutama wujud idealnya, sementara landasan “kebudayaan Islam” adalah agama Islam. Jadi dalam Islam, tidak seperti pada masyarakat yang menganut agama-agama bumi, agama bukanlah kebudayaan tetapi dapat melahirkan kebudayaan. Kalau kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia, maka agama Islam adalah wahyu dari Allah SWT.

B.     Metode Sejarah
                        Metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. Rekontruksi yang imaginative dari masa lampau berdasarkan data yang diperoleh dengan menempuh prose situ disebut historiografi (penulisan Sejarah).[7]
1.    Metode Penggalian sejarah.
a.    Metode lisan (interview) , yaitu dalam pelacakan suatu obyek sejarah dilakukan dengan interview.
b.     Metode Observasi, dalam metode ini obyek sejarah diamati langsung. Jadi metode observasi merupakan metode pengumpulan data, yakni penyelidikan yang dijalankan secara sistematis dan sengaja diadakan dengan menggunakan alat indera terhadap kejadian yang dapat langsung ditangkap.[8]
c.    Metode Dokumenter, metode ini berusaha mempelajari secara cermat dan mendalam segala catatan atau dokumen tertulis.
2.  Metode Penulisan Sejarah.
                        Adapun dalam penulisan sejarah, metode yang dapat digunakan adalah metode
a.    Metode Deskriptif, dengan metode ini digunakan untuk menggambarkan adanya peradaban Islam  tersebut, maksudnya ajaran Islam sebagai agama samawi yang dibawa Nabi Muhammad yang berhubungan dengan peradaban diuraikan sebagaimana adanya dengan tujuan untuk memahami yang terkandung dalam sejarah tersebut.
b.    Metode Komparatif, metode ini merupakan metode yang berusaha membandingankan sebuah perkembangan peradaban Islam dengan peradaban Islam lainya. Dalam metode ini dimaksudkan bahwa ajaran-ajaran Islam dikomparasikan dengan fakta-fakta yang terjadi dan berkembang dalam waktu serta tempat-tempat tertentu untuk mengetahui adanya persamaan dan perbedaan dalam suatu permasalahan tertentu.
c.    Metode Analisis Sintesis, metode ini melihat sosok peradaban Islam lebih kritis, ada analisis bahasan yang lebih luas serta kesimpulan yang spesifik.

C.      Ilmu Dasar Sejarah
                        Untuk memperoleh data yang akurat terkait sejarah dibutuhkan ilmu-ilmu pendukung yang akan memperkuat keberadaan sejarah tersebut. Adapun ilmu tersebut terbagi menjadi : Ilmu-ilmu dasar sejarah (auxillary disciplines) dan Ilmu-ilmu Bantu sejarah (auxillary sciences). Adapun ilmu Bantu sejarah meliputi :
1. paleografi.
                        Adalah pengetahuan mengenai tulisan-tulisan kuno. Melalui paleografi ini dapat diketahui beberapa hal yaitu :
a.    Bentuk tulisan misal tulisan Arab seperti : tumar, nasakhi, tsulus, farisi, magribi, ghubar, diwani dll.
b.    Cara membaca tulisan kuno seperti tulisan mesir pada piramida, tulisan arab sebelum Islam, tulisan Ibrani, tulisan jawa dengan bahasa sansekerta dll.
c.    Kapan dan dimana tulisan itu dibuat, sebab tulisan mengalami perubahan-perubahan, baik karena waktu maupun tempat yang berbeda.


2. Diplomatik
                        Diplomatik adalah suatu cabang pengetahuan yang menyelidiki tanggal, tempat serta keaslihan dokumen-dokumen tertulis.

3. Epigrafi
                        Epigrafi adalah cabang pengetahuan mengenai inskripsi atau tulisan yang terdapat dalam monument, baik mengenai teknik penulisan/pembuatan maupun isi teksnya.

4. Kronologis
                        Kronologis adalah cabang pengetahuan yang membahas tentang masalah kesatuan waktu, seperti kalender Julius (model lama) dan Gregorius (model baru) dalam kalender masehi, tahun hijriyah dalam Islam  (1H = 622 M), tahun saka (1 saka = 78 M). dll

5. Sigilografi
                        Sigilografi adalah pengetahuan mengenai segel yang dipergunakan oleh para raja, khalifah, gubernur, dll. Dengan mengetahui bentuk segel dan cara penggunaanya, maka akan diketahui apakah dokumen tersebut asli atau palsu.

6. Heraldry
                        Heraldry adalah pengetahuan tentang tanda-tanda atau symbol istimewa yang terdapat dalam stempel, baju besi, pakaian para pembesar, pada bendera dan pakaian tentara.

7. Numismatik
                        Numismatic adalah pengetahuan untuk mengadakan klasifikasi dan menguraikan secara deskriptif mengenai mata uang menurut negeri atau zamanya, termasuk didalamnya adalah medali.

8. Genealogi
                        Genealogi adalah pengetahuan tentang asal usul dan silsilah termasuk juga daftar para pembesar dan pegawai. Bangsa Arab sangat mementingkan silsilah ini, sehingga ada buku khusus untuk mencari silsilah.
D.   Ilmu Bantu Sejarah
                        Sejarah peradaban merupakan uraian sistematis dari segala sesuatu yang telah dipikirkan dan dikerjakan dalam lapangan peradaban pada waktu yang telah lampau. Didalam memahami sejarah peradaban tersebut dibutuhkan ilmu Bantu sejarah meliputi
1.    Geografi
                        Peristiwa sejarah memiliki lingkup ruang dan waktu, dalam konteks ruang dimensi geografi sangat penting. Bahkan dalam konteks perluasan wilayah kekuasaan dan penyebaran suatu agama tidak mungkin dapat dijelaskan dengan baik, jika tidak mengetahui geografinya.

2. Sosiologi.
                        Timbulnya dinamika kehidupan berawal dari interaksi seseorang yang terjadi dalam kehidupan antara individu maupun antara golongan. Proses mobilitas social hendaknya berorientasi pada kemaslahatan, baik dunia maupun akherat. Karena mobilitas social berpengaruh pada system peradaban Islam dan kebijakan peradaban Islam yang digunakan pada perkembangan peradaban Islam selanjutnya.

3. Antropologi.
                        Antropologi dan sejarah memiliki obyek kajian yang sama yaitu manusia. Metode dalam antropologi dapat membantu beberapa masalah yang dihadapi oleh sejarawan. Berkaitan dengan peradaban, maka ada sejarah peradaban dan ada pula antropologi budaya. Dalam melakukan kajian sejarah peradaban dapat menggunakan konsep antropologi budaya dalam berbagai aspek yaitu : norma, adat istiadat, tingkat peradaban, gaya hidup dan lain-lain.

4. Arkeologi
                        Arkeologi berbicara tentang warisan masa lampau yang berupa benda, bangunan, dan momentum yang berada dipermukaan tanah. Arkeologi memberikan bahan tentang kurun waktu yang tidak mewariskan bahan tertulis atau kurang tertulis. Dalam konteks ini arkeologi bersifat melengkapi, meskipun hanya bersifat melengkapi, bagi sejarah kebudayaan dan peradaban arkeologi sangat penting keberadaanya. Sebab arkeologi dapat mengungkapkan peradaban materiel masa lampau, seperti pembentukan kota, struktur perumahan, perabot rumah tangga, pakaian, perhiasan, alat kerja, senjata bahkan pengetahuan tentang agama.

5. Ilmu Sejarah.
                        Sejarah adalah kisah dan peristiwa masa lampau umat manusia. Ilmu sejarah dipelajari untuk diambil dari sebuah sejarah, jika ada nilai positifnya dapat dikembangkan dalam kemodernan peradaban, tetapi jika sebaliknya hal yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman dapat dijadikan sebagai pengetahuan.

E.    Manfaat dan Urgensi Mempelajari Sejarah Peradaban Islam
                        Sejarah mencatat kondisi kebesaran Islam berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dimana pada waktu dunia Islam menjadi kiblat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Sejarah memiliki nilai dan arti penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Hal tersebut dikarenakan sejarah menyimpan atau mengandung kekuatan yang dapat menimbulkan dinamisme dan melahirkan nilai-nilai baru bagi perkembangan kehidupan manusia.
                        Dengan mengkaji sejarah, dapat diperoleh informasi tentang aktifitas peradaban Islam dari zaman Rasulullah sampai sekarang, mulai dari pertumbuhan, perkembangan, kemajuan, kemunduran, dan kebangkitan kembali agama Islam. Selain itu dengan mempelajari sejarah peradaban Islam diharapkan seseorang dapat memiliki kemauan untuk melakukan pembangunan dan pengembangan peradaban Islam dan dapat pula menyelesaikan problematika peradaban Islam pada masa kini, serta dapat memunculkan sikap positif terhadap berbagai perubahan system peradaban Islam.[9]
            Adapun kegunaannya sebagai berikut:
a.    KegunaanEdukatif
                  Kegunaan sejarah yang pertama adalah sebagai edukatif atau pelajaran. Banyak manusia yang belajar dari sejarah belajar dari pengalaman yang pernah dilakukan. Pengalaman tidak hanya terbatas pada pengalaman yang dialaminya sendiri, melainkan juga dari generasi sebelumnya.manusia melalui belajar dari sejarah dapat mengembangkan potensinya. Kesalahan pada masa lampau baik kesalahan sendirimaupunoranglain.
b.    KegunaanInspiratif
                  Kegunaan sejarah yang kedua adalah sebagai inspiratif. Berbagai kisah sejarah dapat memberikan inspirasi pada pembaca dan pendengarnya. Belajar dari kebangkitan nasional yang dipelopori oleh bedirinya organisasi perjuangan yang modern di awal abad ke-20, masyarakat Indonesia sekarang berusaha mengembangkan kebangkitan nasional ang ke2. Pada kebangkitan nasional yang pertama, bangsa indonesia berusaha merebut kemerdekaan yang sekaranginisudahdirasakanhasilnya.[10]
c.    ManfaatRekreatif.
                  Kegunaan sejarah yang ketiga adalah sebagai kegunaan rekreatif. Kegunaan sejarah sebagai kisah dapat memberi suatu hiburan yang segar, melalui penulisan kisah sejarah yang menarik pembaca dapat terhibur. Gaya penulisan yang hidup dan komunikatif dari beberapa sejarawan terasa mampu “menghipnotis” pembaca. Pembaca akan merasa nyaman membaca tulisan dari sejarawan. Konsekuensi rasa senang dan daya tarik penulisan kisah sejarah tersebut membuat pembaca menjadi senang. Membaca menjadi media hiburan dan rekreatif. Membaca telah menjadi bagian dari kesenangan. Membaca telah dirasakan sebagai suatu kebutuhan, yaitu kebutuhan yang untuk rekreatif.[11]














BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
                        Sejarah adalah gambaran masa lalu tentang manusia dan sekitarnya sebagai makluk social, yang disusun secara ilmiah dan lengkap, meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan yang memberi pengertiandan kepahaman tentang apa yang telah berlalu.
                        Metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. Untuk memperoleh data yang akurat terkait sejarah dibutuhkan ilmu-ilmu pendukung yang akan memperkuat keberadaan sejarah tersebut.
B.    Saran
                        Diharapkan kepada seluruh mahasiswa pada umumnya. Dan pada mahasiswa/i semester Dua PAI pada khususnya. Agar lebih belajar dengan giat tentang Sejarah Peradaban Islam supaya kita lebih mengenal bagaimana sebuah Peradaban tejadi yang pada makalah ini dititik beratkan pada Sejarah Peradaban Islam Sebagai Ilmu Pengetahuan.



                [1] http://ahmadsamantho.wordpress.com/10/10/2009/sejarah-peradaban-islam-berawal-dari-sains-dan-berakhir-dengan-politik/.
                [2] William H. Frederick dan Soeri Soeroto, 1982, Pemahaman Sejarah Indonesia, Sebelum dan Sesudah Revolusi, Jakarta: LP3ES,hlm.23
                [3] Louis Gottschalk, 1986, Mengerti Sejarah, Jakarta: UI Press,hlm.27
                [4] Sidi gazalba, 1996, Pengantar Sejarah Sebagai Ilmu, Jakarta: Bharat,hlm. 11
            [5] http://elvanarticle.blogspot.com/15/10/2009/sejarah-peradaban-islam.html
            [6] Azyumardi. 2002. Pendidikan Islam.PT Logos Wacana Ilmu: Jakarta. Hal. 30
                [7] Louis Gottschalk, 1986, Mengerti Sejarah, Jakarta: UI Press,,hlm. 32
            [8] Bimo walgito,1980, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah,Yogyakarta: fak.psikologi, UGM,.hlm.54
                [9] Harun Nasution,1975,Pembaharuandalam Islam; SejarahPemikirandanGerakan, BulanBintang: Jakarta, hlm. 11
                [10] http://hapbiker.wordpress.com/15/10/2009/manfaat-mempelajari-sejarah/
                [11] http://elvanarticle.blogspot.com/15/10/2009/sejarah-peradaban-islam.html

Jumat, November 08, 2013

FILSAFAT ALAM SEBAGAI SIKAP DEMITOLOGI

FILSAFAT ALAM SEBAGAI SIKAP DEMITOLOGI



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
pada Umumnya pemikiran teoritis itu memiliki kaitan yang erat dengan lingkungan tempat pemikiran itu dilakukan dan pemikiran teoritis itu permulaan lahirnya filsafat di Yunani pada abad ke-6 sebelum masehi da Yunani merupakan tempat dimana pemikiran ilmiah mulai tumbuh dan pada zaman itu lahirlah para pemikir yang mengarah dan menyebabkan filsafat itu dilahirkan.Cirri-ciri umum filsafat Yunani adalah rasionalisme. Rasionalisme Yunani itu mencapai puncaknya pada orang-orang sophis untuk melihat rasionalisme sofis perlu dipahami lebih terdahulu latar belakangnya. Latar belakang itu terletak pada pemikiran filsafat yang ada sebelumnya. Pada bab selanjutnya penulis akan membahas tentang filsafat pra Socrates dan tokoh-tokoh filsafat Yunani kuno beserta pemikirannya , karena bagian ini akan membicarakan asal usul alam semesta yang menjadi pembicaraan awal filsafat . pembicaraan ini melibatkan lima filsuf besar dengan sistem pemikirannya yang eksklusif . kemudian dilanjutkan dengan kjian unsur alam semesta yang melibatkan beberapa filsuf.
B.     Rumusan masalah

Dari latar belakang diatas, penulis dapat menyimpulkan rumusan masalah yaitu sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan Filsafat Alam Sebagai Sikap Demitologi?
2.      Siapa Tokoh-Tokoh filsafat Alam?

C.    Tujuan
1        Untuk mengetahui Filsafat Alam Sebagai Sikap Demitologi
2        Untuk mengetahui Tokoh-tokoh Filsafat Alam









BAB II
PEMBAHASAN
1.      Filsafat Alam Sebagai Sikap Demitologi
Membahas filsafat alam sebagai sikap Demitologi, berarti dapat disimpulkan membahas tentang Perkembangan dan Tokoh Filsafat Yunani
a.      Filsafat pra Socrates. 
Filsafat Yunani dalam sejarah merupakan tonggak pangkal munculnya filsafat.[1]
Orang Yunani yang hidup pada abad ke-6 SM mempunyai sistem kepercayaan, bahwa segala sesuatunya harus diterima sebagai suatu kebenaran yang bersumber pada mitos atau dongeng-dongeng. Artinya, suatu kebenaran lewat akal pikir (logos) tidak berlaku, yang berlaku hanya suatu kebenaran yang bersumber pada mitos (dongeng-dongeng). Baru setelah abad ke-6 SM, muncul keadaan yang dinamakan demitologi, yang artinya suatu kebangkitan pemikiran untuk menggunakan akal pikir dan meninggalkan hal-hal yang berifat mitologi.[2]Pada abad Yunani muncul pemikir-pemikir yang disebut filosuf alam. Dinamakan demikian karena objek yang dijadikan pokok persoalan adalah mengenai alam (cosmos). Tujuan filosofi mereka adalah memikirkan soal alam besar. Dari mana terjadinya alam, itulah yang menjadi sentral persoalan bagi mereka.
Pemikiran yang demikian waktu itu merupakan pemikiran yang sangat maju, rasional dan radikal. Sebab pada waktu itu kebanyakan orang hanya menerima begitu saja keadaan alam seperti apa yang dapat ditangkap dengan inderanya, tanpa mempersoalkannya lebih jauh. Sedang dilain pihak orang cukup puas menerima keterangan tentang kejadian alam dalam cerita nenek moyang, my the, legenda atau gugon tuhon.
Para filosuf alam tersebut tidak mempercayai cerita-cerita yang demikian, dan menganggapnya sebagai takhayul yang tidak masuk akal. Karena itulah mereka berusaha untuk mendapatkan keterangan tentang inti dasar alam itu dari daya pikirnya sendiri. Maka mereka pantas mendapat sebutan sebagai pemikir yang radikal,karena pemikiran mereka sampai pada akar dari alam yang dipersoalkan.  [3]

2.  Para filosuf yang tergolong dalam filosuf alam adalah:

1.      THALES (625-545 SM)
Thalesdisebut-sebut sebagai bapak filsafat Yunani, sebab dialah filosuf yang pertama. Namun ajaran filsafatnya tidak pernah ditulisnya sendiri, hanya disampaikan dari mulut-ke mulut melalui murid-muridnya. Baru kemudian datang Aristoteles untuk menuliskannya. Menurut keteranagan Aristoteles, kesimpulan ajaran Thales ialah semuanya itu air. Air yang cair itu adalah pangkal, pokok dan dasar (principle) segala-galanya. Aristoteles tidak mempergunakan takhayul atau kepercayaan umum diwaktu itu,melainkan dengan akal. Dengan berdasarkan pengalaman yang dilihatnya sehari-hari dijadikanlah pikirannya untuk menyusun bangun alam. Sebagai seorang pesisir ia dapat melihat setiap hari, betapa air laut menjadi sumber hidup. Thales melihat pula kemegahan air laut, yang menjadikan ia takjub. Sewaktu-waktu air laut menggulung dan menghanyutkan, memusnahkan dan menghidupkan. Bagi Thales, air adalah sebab yang pertama dari segala yang ada dan yang jadi,tetapi juga akhir dari segala yang ada yang jadi itu.[4]

2.      ANAXIMANDROS (610-547 SM)
   Anaximandros disebut juga Anaximander yang merupakan murid Thales yang berasal dari kota yang sama. selain ahli astronomi anaximandros juga ahli geografi. Keahlian geografinya di tandai dengan penetapan beliau sebagai orang pertama yang membuat peta dunia.
   Berbeda dengan thales, menurut anaximandros alam ( arche ) bukan air tetapi apeiron. [5]apeiron adalah zat yang tak terhingga dan tak terbatas dan tidak dapat dirupakan, tak ada persamaanya dengan apapun. [6]dan memiliki sifat keilahian dan abadi. [7]anaximandros berpendapat bahwa proses terjadinya alam dari yang tak terbatas ( apeiron ) melalui proses antagonis ( pertentangan ) diantara dua unsur yang berlawanan yaitu panas dan dingin. Adapun proses terjadinya makhluk sama dengan gurunya Thales, anaximandros berpendapat bahwa semua makhluk yang hidup dari air.
   Apeirion yang digambarkan sebagai ilahi atau bersifat ilahi yang menurut anaximandros berasal dari apeirion dan menjadi apeirion kembali mempunyai kemiripan dengan pandangan islam bahwa alam semesta berasal dari tuhan dan akan kembali kepada-Nya,(Qs.Al-baqoroh 156).[8]
3.      Anaximenes ( 585-494 SM )
Anaximenes adalah seorang murid anaximandros. Ia adalah filosuf alam terakhir dari kota miletos. Pandangan filsafat nya sama dengan pandangan gurunya. [9] Menurut anaximenes, prinsip yang merupakan asal usul segala sesuatu adalah udara. [10]

4.      DEMOKRITOS ( 460-360 SM )
   Pada zaman dahulu kala, ajaran demokritos banyak dilupakan orang, baru pada zaman modern pendapatnya dihidupkan kembali karena ternyata pendapatnya berdasar kepada ilmu pengetahuan.
   Demokritos adalah murid leukipos, dan sama dengan pendapat gurunya bahwa ala mini terdiri dari atom-atom yang bergerak-gerak tanpa akhir,dan jumlahnya sangat banyak. Demokritos sependapat dengan heraklitos, bahwa anasir yang pertama adalah api. Api terdiri dari atom yang sangat halus, licin dan bulat. Atom apilah yang menjadi dasar dalam segala yang hidup. Atop api adalah jiwa. Jiwa itu tersebar keseluruh badan kita, yang menyebabkan badan kita kita bergerak. Waktu menarik nafas, kita tolak ia keluar. Kita hidup hanya selama kita bernafas. [11]

5.      Pythagoras ( 580-500 SM )
   Dikepulauan samos terdapat ahli pikir yang terkenal yaitu Pythagoras. Hidup didunia menurut faham Pythagoras adalah persediaan buat akhirat. Berlagu dengan music adalah sebuah jalan untuk membersihkan ruh. Dalam kehidupan kaum Pythagoras music itu dimulianakan. Selain dari ahli mistik Pythagoras juga sebagai ahli pikir, terutama ilmu matamatik. Diantara pengikut pengikut Pythagoras berkembanglah dua aliran, yang pertama disebut akusmatikoi ( akusm: apa yang telah didengar, peraturan ), mereka mengindahkan penyucian dengan mentaati semua peraturan. Yang kedua disebut mathematikoi ( mathesis: ilmu pengetahuan ), mereka mengutamakan ilmu pengetahuan, khusus nya ilmu pasti.[12]
6.      Heraklitos ( 540-480 SM )
Ia lahir dikota ephesos diasia minor. Ia mengatakn bahwa asal segala sesuatu hanyalah satu anasir yakni api.Segala kejadian didunia ini serupa dengan apim yang tidak putus nya dengan berganti ganti memakan dan menghidupi dirinya sendiri Menurut nya bahwa segala perubahan itu dikuasai oleh hukum dunia yang satu yaitu logos ( pikiran ).[13] Pada masa purba heraklitos diberi nama julukan si gelap ( ho skoteinos )
7.      Empedokles
Filusuf ini lahir dikota akragas, kota kecil dipulau Sisilia, sekitar abad ke-5 SM. Selain filsuf empedokles juga seorang dokter,penyair, ahli pidato dan politikus,namun keahlian utamanya ialah filsuf sampai ia meninggal dalam usia 60 tahun.
   Pemikiran terpentingnya adalah mengenai unsur-unsur alam. Berbeda dengan filsuf sebelumnya yang berpendapat bahwa alam memiliki satu unsure,maka empedokles mengatakan terdiri dari empat anasir yaitu api, udara, tanah dan air.








BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
    filosofi filsafat pra Socrates adalah memikirkan soal alam besar darimana terjadinya alam itulah yang menjadi sentral persoalan bagi mereka, pemikiran yang demikian itu merupakan pemikiran yang sangat maju, rasional dan radikal.
     Dan pemikir atau filusuf pada zaman ini berbeda-beda pemikiran dan pendapatnya dalam menyimpulkan tentang alam semesta ini. Thales menyatakan bahwa asal dari semua adalah air, Anaximandrosmenyatakan bahwa alam berasal dari yang tak terhingga atau yang tak terbatas, Anaximenes memiliki prinsip bahwa asal usul segala sesuatu itu adalah udara.
Herakleitos adalah salah satu filusuf yang sangat sulit jalan pemikirannya ia berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada selalu berubah dan sedang menjadi. Pythagoras adalah seorang Ahli matematika dan filsuf Yunani yang sangat terkenal melalui teoremanya, Pytagoraslah yang menyatakan pertama kali bahwa alam semesta itu merupakan satu keseluruhan yang teratur. Demokritos  berpendapat bahwa alam dari Atom.adapun Empedokles berpendapat bahwa alam berasal dari empat anasir yaitu api, udara, tanah dan air.






DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Syadali,Filsafat Umum,(Bandung:Pustaka Setia,1997)
Hasan Bakti Nasution,Filsafat Umum, ( Jakarta: Gaya Media Pratama,2001)
K. Bertens, Sejarah Filsafat Yunani,( Yogyakarta: Kanisius 1975)
Www.cahayaibnu adam.blogspot.com


[1]Ahmad Syadali,Filsafat Umum,(Bandung:Pustaka Setia,1997),hlm.39
[2] Www.cahaya ibnu adam.blogspot.com
[3] Ahmad Syadali, Loc.cit
[4]  Ibid.Hlm.39-42
[5]Hasan Bakti Nasution,Filsafat Umum, ( Jakarta: Gaya Media Pratama,2001),Hlm.39-40
[6]Ahmad syadali, Loc,Cit
[7]Hasan Bakti Nasution,Op.Cit. hlm.40
[8]ibid
[9]Ahmad Syadali,Op.Cit.Hlm.44-47
[10]K. Bertens, Sejarah Filsafat Yunani,( Yogyakarta: Kanisius 1975), Hlm.31
[11]Hasan Bakti Nasution.Op.Cit.hlm. 41-42
[12] Ahmad Syadali,Op.Cit.hlm.47
[13] Ibid. hlm.51-53